In France Paris Travel

Paris The First: The Drama

This is my first self-hop-on (this is the terms that I will used for all the weekend getaway and holiday getaway) country, France.


Ke Paris ini, pakai drama, tentu saja. Mana ada getaway tanpa drama hohohoho.
And here comes my first drama. Boarding schedule 18:35 but at 17:45 my Uber hasn't come yet, stuck in the middle of traffic jam yang tentunya tidak separah macet di Jakarta.
But if you wish the Uber pick you up at 17:30 and still no show up in the next 15 minutes, then you'll worry the flight to Paris will missed you.

Why 17:30? karena tadinya saya sudah hopeless. Merencanakan pesan Uber pukul 17:00 dan karena sesuatu dan lain hal narik nafas dan merelakan tiket PP saya hangus dan 10 menit kemudian dapat kesempatan and what-the-hell-let's-do-it pop up in my mind.

Kerennya, this Mr. Robert with his Kia Ceed success helping me arrive at the gate at exactly 18:35 (less than half an hour!) even after passed the long queues (tentunya pakai lari-lari dan untungnya saya memutuskan tidak memakai boot, hope my feet will be save enough with socks in Paris, aamiinn and I love my self for not choose window seat for this flight)

Selama di Eropa dan keluar dari kota ini, khususnya kalau naik pesawat, masih berasa orang-orang di sekeliling suka ngeliat dengan pandangan entah ajaib, aneh atau nggak suka, I can't tell exactly.
Tapi selama mereka nggak ngomong langsung, let's enjoy the trip. So yes, karena selain capek lari-lari, I need to catch my breath again.



So as I touch down CGD, 21:30, sesuai saran teman karena sudah malam, first-timer dan sendiri, mulai mencari arah stasiun bus yang kalau dari terminal 2F tidak terlalu susah. Begitu keluar tinggal cari papan petunjuk Roissy Bus.

Jalan sambil celingak celinguk sekitar 10-15 menit akhirnya nemu mesin tiketnya. Tentang mesin tiket hanya menerima pecahan uang tertentu itu benar Saudara, untungnya mesin ini masih mau terima kartu debit saya, selamat lah kita secara nggak ada tempat penukaran receh and there was only old couple that I assumed don't speak English.

Jadi tujuan kita malam itu adalah tempat menginap gratis saya selama di Pairs, daerah Courbevoie.
Sebenarnya sudah cari alternatif transportasi, tadinya mau naik kereta ke Gare du Nord karena lebih cepat daripada naik bus (nahhhh... I always choose train over bus) dan setelah dari Gare du Nord berencana naik taksi saja. But well setelah lihat rute dan sesuai saran pemberi penginapan gratis akhirnya naik Roissy Bus yang masih beroperasi sampai pukul 00.30 dengan tiket seharga €11 dan turun di Opera, last stop.

Roissy Bus di Paris, interior di dalam seperti bis kebanyakan di Eropa. Kalau di kota kita bisa masuk dari pintu mana saja, di Paris kita hanya boleh masuk dari pintu depan karena alat validasi tiketnya adanya di pintu depan. The same for the city bus. (Picture taken from google maps)

Untungnya Paris jam segitu masih rame, kalau masih melihat banyak tanda kehidupan masih berasa aman. Next transportation: UBER again!

I don't know any sentence in French. Ever took 1 time French class then I gave up. So, taxi seems not a good solution, so Uber is.

Bedanya Uber di kota, di Paris ada Uber Pool, jadi selain kita ada orang lain juga yang ikutan, kita sharing biaya perjalanan, but not 50-50 of course.
Karena saya penumpang kedua yang dijemput, jadinya saya yang terakhir di antar. Penduduk di Paris lebih beragam daripada di kota, my driver Mr. Antonio is definitely not European, but can't speak English, French only.
Dari Opera ke Courbevoie sekitar 4 mil, biaya €11.32 with Volvo.

Bienvenue en France.

Related Articles

4 comments:

  1. ah akhirnya menulis lagi.
    Mari jalan-jalan.. XD

    ReplyDelete
    Replies
    1. masih agak2 susah/malas sih, tapi... marrrriiiiiii *\(^o^)/*

      Delete
  2. makasih bos infonya dan salam sukses

    ReplyDelete
  3. terimakasih gan tentang infonya dan semoga bermanfaat

    ReplyDelete